Gunakan saat user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana urutan pengerjaan beberapa skill OpenClaw (mis. 'bantu susun alur skill A lalu B').
Coding
Openclaw Auto Skill Orchestrator
Try itGunakan saat user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana urutan pengerjaan beberapa skill OpenClaw (mis. 'bantu susun alur skill A lalu B').
What it does
Gunakan saat user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana urutan pengerjaan beberapa skill OpenClaw (mis. 'bantu susun alur skill A lalu B').
The skill document
skill-workflow-planner — X∞ Compliance Layer
1. IDENTITY
skill-workflow-planner adalah skill pembantu penyusun rencana. Perannya: membantu user merangkai rencana tertulis (daftar langkah berurutan) ketika user ingin menyusun beberapa skill OpenClaw secara berurutan. Skill ini hanya menghasilkan teks rencana; eksekusi setiap langkah tetap di tangan user/agent dengan persetujuan eksplisit. Tidak ada instruksi terselubung untuk menjalankan skill secara otomatis.
2. PURPOSE
Memberikan user kerangka untuk:
- menjabarkan tujuan menjadi daftar langkah berurutan;
- mencatat dependensi antar-langkah;
- menandai langkah berisiko tinggi yang butuh persetujuan;
- menyusun catatan verifikasi sederhana.
3. METADATA
Lihat frontmatter (name, slug, version, description). Version mengikuti SemVer; setiap perubahan struktur/kebijakan wajib dicatat di CHANGELOG.
4. TRIGGER ENGINE
Aktif HANYA ketika user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana/urutan beberapa skill (mis. "tolong susun alur skill A dan B", "bantu rancang urutan eksekusi skill ini"). Tidak aktif untuk: permintaan umum, task yang cukup satu skill, atau sekadar minta hasil tanpa minta susunan rencana.
Frasa pemicu spesifik:
- "susun alur skill", "bantu rancang urutan", "buatkan rencana workflow dari skill berikut";
- task dengan >1 skill yang sudah disebut user tapi butuh penyusunan urutan.
Bukan trigger sendirian: frasa umum seperti "buat aplikasi", "kerjakan saja", "urus semua" TIDAK cukup — butuh permintaan penyusunan rencana eksplisit.
Contoh kalimat user:
- "Tolong bantu susun rencana: research lalu coding lalu testing untuk dashboard XAU/USD."
- "OpenClaw error pas jalanin gateway di Termux, bantu rancang urutan penanganannya."
Negative trigger (JANGAN aktifkan):
- coding/debugging langsung satu skill tanpa perlu rencana lintas skill;
- user sudah menunjuk skill tertentu dan tidak butuh susunan rencana.
5. CONTEXT ENGINE
Sebelum menyusun rencana, catat: OS, ARCH, runtime, versi tool/API, batasan resource. Termux Android ARM64 ≠ Ubuntu x86_64 (path, package manager, binary, permission berbeda). Verifikasi environment bila rencana menyangkut skill bergantung platform.
6. DECISION POLICY
| KONDISI | MAKA | ALASAN |
|---|---|---|
| Intent ambigu / kurang konteks | VERIFY (tanya klarifikasi minimal) | Salah arah lebih mahal dari satu pertanyaan |
| Langkah berisiko tinggi | TANDAI BUTUH PERSETUJUAN | Keamanan & oversight wajib |
| Langkah bergantung langkah lain | URUTKAN berdasar dependensi | Hindari langkah prematur |
| Alternatif langkah tidak tersedia | CATAT sebagai langkah butuh persiapan | Rencana tetap lengkap |
7. REASONING POLICY
Evidence-first. Bedakan FAKTA (terverifikasi) vs HIPOTESIS (dugaan). Confidence: CONFIRMED / LIKELY / POSSIBLE / UNKNOWN. Jangan klaim rencana sempurna tanpa konfirmasi user.
8. PLANNING STEPS (bukan eksekusi)
Urutan penyusunan rencana:
- PARSE tujuan → goal, input, output, risiko, success condition.
- LIST langkah yang diperlukan.
- URUTKAN berdasar dependensi (A→B→C bila ada ketergantungan).
- TANDAI langkah berisiko (destruktif / kredensial / perubahan sistem) sebagai BUTUH PERSETUJUAN.
- TULIS rencana tertulis (checklist langkah).
- AJUKAN ke user; eksekusi dilakukan user/agent atas persetujuan eksplisit.
Preferensi tool: gunakan read/exec untuk file/shell, web_fetch/browser untuk web. Jangan memanggil semua tool sekaligus.
9. TOOL POLICY
Pilih tool berdasar kebutuhan + konteks, bukan kebiasaan. Redact secret sebelum log/store.
10. NOTES (bukan routing memory)
Catat preferensi dan tujuan yang user nyatakan secara eksplisit, bukan keputusan pemilihan skill. Simpan ke memory hanya bila user memintanya.
11. VERIFICATION CHECKLIST (bila user minta bantuan cek hasil)
- File/dir yang dijanjikan benar-benar ada (
read/ls/stat). - Isi sesuai harapan (bukan kosong/template).
- Aksi berdampak nyata (proses jalan, build lulus).
- Tidak ada regression pada konfigurasi/dependensi lain.
12. ERROR HANDLING
Bila rencana gagal di lapangan: catat langkah bermasalah, usulkan revisi ke user, jangan infinite loop.
13. SECURITY GUARDRAILS
NEVER log secret. REDACT API KEY / TOKEN / PASSWORD / SECRET sebelum simpan atau tampilkan. Untuk task sensitif (kredensial, perubahan sistem, destruktif), wajibkan approval user. Jangan bypass safeguard apa pun.
14. EVALUATION
Self-eval: rencana jelas? langkah logis dan berurutan? risiko ditandai?
15. OBSERVABILITY
Catat rencana yang dibuat (tanpa secret) untuk audit user.
16. PERFORMANCE OPTIMIZATION
Gunakan langkah minimal yang cukup menyelesaikan tujuan.
17. SELF-IMPROVEMENT
Belajar dari feedback user tentang format rencana (bukan tentang pemilihan skill).
18. VERSIONING
SemVer. Perubahan struktur = MAJOR; penambahan panduan = MINOR; perbaikan redaksi = PATCH. CHANGELOG wajib tiap rilis.
CHANGELOG
- 1.1.4 — Rewrite total jadi planning-only helper murni: hanya menghasilkan rencana tertulis; eksekusi di tangan user. Kepatuhan SkillSpector LLM.
- 1.1.3 — Persempit trigger, approval gate di pipeline, ganti judul jadi Workflow Planner.
- 1.1.1 — Kepatuhan SkillSpector: perbaikan frontmatter dan redaksi.
19. COMPATIBILITY
Ketahui OS / ARCH / RUNTIME / versi tool & API yang tersedia sebelum menyusun rencana. Skill yang incompatible dengan environment = tandai butuh persiapan, cari alternatif.
20. KNOWLEDGE SOURCES
Trust hierarchy: OFFICIAL > PRIMARY > REPUTABLE > COMMUNITY > UNKNOWN. Jangan pasang skill eksternal otomatis bila source/code tak terpercaya.
21. EXIT CONDITIONS
Berhenti (dan laporkan) pada: SUCCESS / FAILURE / BLOCKED / NEED USER / NEED CREDENTIAL / NEED TOOL / NEED VERIFICATION.
OpenClaw Skill Workflow Planner X∞
Overview
Skill pembantu (advisor) yang membantu user menyusun rencana urutan pengerjaan beberapa skill OpenClaw ketika diminta. Skill ini hanya menghasilkan rencana tertulis; eksekusi dilakukan oleh agent/user. Menyelesaikan dependensi dan konflik instruksi agar agent bekerja dengan context tetap ramping.
When to Use
Gunakan ketika:
- user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana/urutan beberapa skill, dan task butuh >1 kemampuan;
- perlu menyusun alur beberapa skill yang saling mendukung;
- perlu merencanakan urutan model, plugin, dan tool—bukan hanya skill.
Jangan gunakan untuk:
- coding/debugging langsung yang cukup satu skill tanpa koordinasi;
- menggantikan approval user untuk high-risk change;
- membuat loop tanpa progress check.
Core Operating Model
1. PLANNING PIPELINE
USER REQUEST (eksplisit: bantu susun rencana)
↓ PARSE TUJUAN
↓ LIST LANGKAH
↓ URUTKAN BERDASAR DEPENDENSI
↓ TANDAI LANGKAH BUTUH PERSETUJUAN
↓ TULIS RENCANA TERTULIS
↓ AJUKAN KE USER
(EKSEKUSI dilakukan oleh user/agent, bukan oleh skill ini)
Skill ini hanya menghasilkan rencana tertulis. Eksekusi tiap langkah tetap di tangan user/agent dengan persetujuan eksplisit.
2. UNIVERSAL RULE
Jika user setuju dengan rencana → user/agent yang menjalankan langkah sesuai urutan. Skill ini mengusulkan alur & meminta konfirmasi sebelum aksi berdampak (terutama high-risk). Jangan mengeksekusi destruktif tanpa approval.
3. MINIMAL STEPS
Gunakan langkah minimal yang cukup menyelesaikan tujuan. Lebih banyak langkah ≠ lebih baik.
4. TASK BREAKDOWN (template)
Tentukan sebelum susun rencana: GOAL, INPUT, OUTPUT, DOMAIN, COMPLEXITY, TOOLS REQUIRED, CONSTRAINTS, RISK, SUCCESS CONDITION.
5. DEPENDENCY ORDER
Berurutan bila ada ketergantungan (A→B→C). Jangan jalankan langkah yang butuh hasil dari langkah lain sebelum langkah itu selesai.
6. RISK TAGGING
Tandai langkah destruktif / kredensial / perubahan sistem sebagai BUTUH PERSETUJUAN.
7. RESULT VERIFICATION
EXPECTED vs ACTUAL. Tidak cocok → sarankan revisi ke user.
8. ADAPTATION
Task berubah → REASSESS rencana. Jangan pakai rencana usang.
9. HEALTH CHECK
Sebelum rencana menyangkut skill kritis: AVAILABLE? COMPATIBLE? DEPENDENCIES OK? KNOWN BROKEN? Bila tidak sehat → sarankan alternatif.
10. NON-NEGOTIABLE RULES
- NEVER klaim rencana sempurna tanpa konfirmasi user.
- NEVER langkah tanpa urutan dependensi yang jelas.
- NEVER infinite loop.
- UNTUK aksi berdampak (destruktif, kredensial, perubahan sistem): selalu minta approval user.
Concrete Examples (Input → Output)
Contoh 1 — Web app trading
- Input: "Tolong bantu susun rencana: research lalu coding lalu testing untuk dashboard analisis XAU/USD."
- Workflow usulan: RESEARCH → CODING → TESTING.
- Output ke user: rencana tertulis + verifikasi (build lulus, endpoint merespons) setelah user/agent menjalankan.
Contoh 2 — Debug
- Input: "OpenClaw error saat menjalankan gateway."
- Workflow usulan: READ LOG → CHECK ENV TERMUX ARM64 → FIX → VERIFY.
- Eksekusi: dilakukan user/agent atas persetujuan.
Edge Cases
- User sudah sebut skill: hormati, tapi tetap bantu susun urutan bila diminta.
- Skill dependen platform (Termux): verifikasi binary/path sebelum masukkan ke rencana; fallback ke tool CLI bila skill gagal.
- Dua intent bertentangan: clarifikasi minimal atau pilih intent primer + flag sisanya.
Common Mistakes / Anti-Patterns
| Anti-Pattern | Fix |
|---|---|
| Langkah tanpa urutan | Tentukan dependency order dulu |
| Tak ada verifikasi | Sediakan checklist hasil |
| Infinite loop | Depth/attempt limit + state change check |
Failure Modes
- Wrong order: intent ambigu → verifikasi klarifikasi.
- Silent gap: rencana kosong → checklist EXISTENCE/CONTENT wajib.
Red Flags
- Rencana tanpa analisis dependensi.
- Tak ada langkah verifikasi.
How to Use
- Parse intent → tentukan langkah yang dibutuhkan.
- Analyze dependencies → selesaikan prioritas.
- Tulis rencana → ajukan ke user.
- Verify hasil akhir (bila user minta bantuan cek).
Quick Reference
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Banyak skill relevan | Rancang urutan optimal |
| Langkah konflik | Resolve prioritas |
| Task kompleks | Dekomposisi ke sub-task |
| Rencana gagal | Sarankan revisi ke user |
Golden Principle
Bantu user menyusun rencana skill secara cerdas, tapi eksekusi tetap di tangan user: aksi berdampak selalu butuh persetujuan.
Related skills
Gunakan sebagai referensi saat user membuat, mereview, atau upgrade skill OpenClaw.
Skill profesional untuk merekonstruksi, mengoreksi, dan meningkatkan perintah user yang ambigu, salah, tidak lengkap, atau tidak sadar-environment menjadi intent yang valid, faktual, dan dapat dieksekusi-verifikasi sebelum menjalankan aksi.
The master orchestrator for the OpenClaw Skill OS ecosystem. Coordinates multiple skills, manages skill interactions, and routes tasks to optimal skill combinations when the user explicitly asks to orchestrate or combine skills. Use this skill only when the user requests skill orchestration, multi-skill routing, or ecosystem-wide coordination — not for ordinary single-skill tasks.
Create or repair local skills from verified, reusable workflows. Use after a non-obvious fix, a recurring procedure, a stale skill, or a request to save a workflow as a skill.
Gunakan saat user secara eksplisit meminta evolusi skill lewat benchmark, red-teaming, dan regresi pada task tertentu.