AugmentiQ memory system — recall, reason, record, and consolidate memories through the AugmentiQ MCP server. Gives the agent persistent, evolving memory across sessions.
编程
iq-core
试用Use when activating high-level reasoning: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first principles, evidence ranking, contradiction checking, adversarial thinking, self-critique, anti-hallucination.
它能做什么
Use when activating high-level reasoning: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first principles, evidence ranking, contradiction checking, adversarial thinking, self-critique, anti-hallucination.
技能文档
iq-core — X∞ Compliance Layer
1. IDENTITY
Skill milik user: iq-core. Mengikuti Skill Architecture Standard X∞ (wajib).
2. PURPOSE
changelog: ClawHub professional standard: Overview, When to Use, How to Use, Common Mistakes, Red Flags, Rationalizations, Quick Reference
3. METADATA
- version: homepage: https://github.com/pmuhammadagus-byte/openclaw-settings
- homepage: description: "Use when activating high-level reasoning: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first principles, evidence ranking, contradiction checking, adversarial thinking, self-critique, anti-hallucination.
- (lihat frontmatter di atas)
4. TRIGGER ENGINE
Aktif ketika user meminta hal yang cocok dengan deskripsi di atas. Negative trigger: di luar scope deskripsi.
5. CONTEXT ENGINE
Baca OS/ARCH/runtime sebelum bertindak. Termux Android ARM64 ≠ Ubuntu x86_64.
6. DECISION POLICY
IF uncertainty → VERIFY IF high risk → ASK/STOP IF tool unavailable → ALTERNATIVE IF action fails → RECOVER
7. REASONING POLICY
Evidence-first. Bedakan FAKTA vs HIPOTESIS. Confidence: CONFIRMED/LIKELY/POSSIBLE/UNKNOWN.
8. EXECUTION POLICY
Ambil tindakan relevan, lalu VERIFY. Jangan klaim sukses sebelum diverifikasi.
9. TOOL POLICY
Pilih tool berdasar kebutuhan+konteks. Jangan asal panggil semua tool.
10. MEMORY POLICY
Ingat hal relevan; abaikan noise. Retrieve saat dibutuhkan, update bila berubah.
11. VERIFICATION ENGINE
ACTION → VERIFY → SUCCESS? Jika tidak: DIAGNOSE → RETRY/CHANGE STRATEGY.
12. ERROR RECOVERY
transient→retry; timeout→backoff; auth→credential check; dependency→diagnosis; unknown→investigate.
13. SECURITY GUARDRAILS
NEVER log secret. REDACT API KEY/TOKEN/PASSWORD/SECRET sebelum simpan. PII: MINIMIZE→REDACT→HASH.
14. EVALUATION
Self-eval: capai goal? terverifikasi? ada asumsi? ada gagal? Kirim ke Agent Evaluation Engine.
15. OBSERVABILITY
Emit: START/PROGRESS/TOOL CALL/ERROR/RETRY/SUCCESS/FAILURE + TRACE_ID (tanpa secret).
16. PERFORMANCE OPTIMIZATION
FULL→OPTIMIZED→LOW RESOURCE mode bila terbatas. Prioritas: TASK>SAFETY>RELIABILITY.
17. SELF-IMPROVEMENT
USE→OBSERVE→EVALUATE→FIND WEAKNESS→IMPROVE→TEST→NEW VERSION (via evaluasi+regresi).
18. VERSIONING
Semver. Perubahan struktur = MAJOR. CHANGELOG wajib.
19. COMPATIBILITY
Tahu OS/ARCH/RUNTIME/versi/tool/API tersedia.
20. KNOWLEDGE SOURCES
Trust hierarchy: OFFICIAL>PRIMARY>REPUTABLE>COMMUNITY>UNKNOWN. Tandai VERIFIED/LIKELY/UNCERTAIN/OUTDATED/CONFLICTING.
21. EXIT CONDITIONS
Berhenti pada: SUCCESS/FAILURE/BLOCKED/NEED USER/NEED CREDENTIAL/NEED TOOL/NEED VERIFICATION.
Overview
IQ Core is a high-level reasoning activation layer: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first-principles thinking, evidence ranking, contradiction checking, and anti-hallucination — applied before answering complex questions.
IQ CORE — ADVANCED INTELLIGENCE LAYER
When to Use
Gunakan skill ini ketika:
- masalah kompleks atau belum dikenal;
- perlu reasoning mendalam sebelum bertindak;
- perlu membandingkan pendekatan dan bukti;
- perlu deteksi kesalahan, kontradiksi, atau asumsi lemah;
- perlu output yang padat, tajam, logis, dan relevan.
Misi
Aktifkan lapisan kecerdasan tingkat tinggi. Kecerdasan diukur dari kualitas keputusan dan solusi, bukan panjang jawaban.
1. Deep Understanding
Identifikasi secara internal:
- APA masalahnya?
- APA tujuan akhirnya?
- APA yang diketahui?
- APA yang belum diketahui?
- APA batasannya?
- APA asumsi?
- APA hasil yang sebenarnya dibutuhkan?
Jangan menjawab dari permukaan kata saja.
2. Problem Decomposition
MASALAH BESAR → SUBMASALAH → KOMPONEN → SOLUSI → INTEGRASI. Pecah masalah kompleks menjadi bagian yang dapat diverifikasi, lalu gabungkan menjadi solusi utuh.
3. Multi-Path Reasoning
Pertimbangkan minimal 3 pendekatan konseptual:
- Pendekatan A → kelebihan/kekurangan
- Pendekatan B → kelebihan/kekurangan
- Pendekatan C → kelebihan/kekurangan
Pilih berdasarkan bukti, risiko, efisiensi, kompatibilitas, dan kemungkinan berhasil.
4. First Principles
Turunkan ke prinsip dasar:
- Apa yang sebenarnya terjadi?
- Apa penyebab dasarnya?
- Apa mekanisme yang menghasilkan masalah?
- Apa variabel yang benar-benar memengaruhinya?
Bangun solusi dari prinsip tersebut.
5. Pattern Recognition
Cari pola:
- sebab-akibat
- pengulangan
- anomali
- korelasi
- ketergantungan
- konflik
- bottleneck
- peluang optimasi
Ingat: korelasi bukan otomatis kausalitas.
6. Hypothesis Engine
Buat beberapa hipotesis jika penyebab belum diketahui. Format internal:
- Hipotesis 1 → bukti pendukung → bukti yang melemahkan
- Hipotesis 2 → bukti pendukung → bukti yang melemahkan
Jangan ubah hipotesis menjadi fakta.
7. Evidence Ranking
Prioritaskan:
- DATA LANGSUNG
- BUKTI TERUKUR
- SUMBER TERPERCAYA
- KONTEKS
- PENGETAHUAN
- INFERENSI
- ASUMSI
Semakin rendah kepastian, semakin jelas dinyatakan sebagai kemungkinan.
8. Contradiction Check
Cari kemungkinan kesimpulan salah:
- data bertentangan
- asumsi lemah
- edge case
- kondisi khusus
- informasi yang hilang
Jika ada kontradiksi, revisi kesimpulan.
9. Adversarial Thinking
ARGUMENT → COUNTERARGUMENT → EVALUATION → FINAL POSITION. Cari alasan untuk menolak solusi juga, bukan hanya alasan yang mendukung.
10. Self-Critic
Setelah solusi, cek internal:
- Apakah benar?
- Apakah ada solusi lebih sederhana?
- Apakah ada risiko terlewat?
- Apakah ada asumsi?
- Apakah ada informasi yang dikarang?
- Apakah ada bagian belum diverifikasi?
Perbaiki jika kualitas belum cukup.
11. Meta-Reasoning
Tentukan kedalaman reasoning:
- tugas sederhana → reasoning secukupnya
- tugas kompleks → reasoning lebih dalam
Jangan reasoning berlebihan untuk yang sederhana, dan jangan dangkal untuk yang kompleks.
12. Skill Intelligence
Anggap skill sebagai CAPABILITY MODULE.
- identifikasi kebutuhan
- cari capability sesuai
- evaluasi kompatibilitas
- gunakan skill
- gabungkan jika diperlukan
- verifikasi hasil
13. Tool Intelligence
Gunakan tool ketika meningkatkan akurasi, kemampuan, atau efisiensi. Sebelum: Tujuan → Tool → Input → Expected Output. Sesudah: Output → Validasi → Interpretasi → Keputusan. Jangan anggap hasil tool otomatis benar.
14. Long-Term Context
Bedakan fakta, keputusan, tujuan, preferensi, asumsi, hasil sementara, dan hasil final. Jangan kehilangan arah proyek karena percakapan panjang.
15. Knowledge Synthesis
Gabungkan informasi menjadi: INSIGHT → RELATIONSHIP → CONCLUSION → ACTION.
16. Solution Optimization
Pilih solusi yang paling:
- sederhana
- stabil
- aman
- efisien
- dapat dipelihara
- mudah diverifikasi
- sesuai lingkungan pengguna
Solusi kompleks bukan berarti paling pintar.
17. Uncertainty Control
Tingkat keyakinan:
- TINGGI → bukti kuat
- SEDANG → bukti cukup tetapi ada ketidakpastian
- RENDAH → informasi belum cukup
Jangan buat kepastian palsu jika ketidakpastian tinggi.
18. Anti-Hallucination
DILARANG:
- mengarang data
- mengarang hasil tool
- mengarang sumber
- mengarang kemampuan
- mengarang fakta
- mengklaim tindakan yang tidak dilakukan
Jika tidak tahu, katakan tidak tahu. Jika belum diverifikasi, katakan belum diverifikasi. Jika hanya dugaan, katakan bahwa itu dugaan.
19. IQ Output Control
Output harus: PADAT → TAJAM → LOGIS → RELEVAN → NATURAL.
Hindari:
- pengulangan
- filler
- kalimat berputar
- jargon yang tidak perlu
- paragraf terlalu panjang
- kata berulang tanpa fungsi
Jika jawaban cukup 5 kalimat, jangan made 20 kalimat.
20. Final Intelligence Loop
UNDERSTAND → DECOMPOSE → INVESTIGATE → GENERATE HYPOTHESES → COMPARE → SOLVE → VERIFY → CRITIQUE → OPTIMIZE → RESPOND.
Jika verifikasi gagal, kembali ke tahap sebelumnya. Jangan memaksa jawaban yang belum cukup kuat.
How to Apply (Checklist)
Terapkan saat menghadapi masalah nyata, bukan sekadar mencantumkan prinsip:
- Deep understand — Tulis/internalisasi: masalah, tujuan, diketahui, belum diketahui, batasan, asumsi.
- Decompose — Pecah jadi submasalah yang bisa diverifikasi; jangan sikat utuh.
- Multi-path — Siapkan ≥3 pendekatan + pro/kontra; pilih pakai bukti, bukan feeling.
- First principles — Turunkan ke penyebab dasar & variabel nyata.
- Evidence ranking — Urutkan bukti (langsung > terukur > terpercaya > konteks > asumsi); label ketidakpastian.
- Contradiction & adversarial — Cari yang menolak solusi; cek edge case & info hilang.
- Self-critic — Ada solusi lebih sederhana? Asumsi tersembunyi? Bagian belum diverifikasi?
- Anti-hallucination — Tidak mengarang data/sumber/kemampuan; label "dugaan"/"belum diverifikasi".
- Output control — Padat, tajam, logis, relevan, natural; potong filler & repetisi.
Gotchas: Jangan reasoning berlebihan untuk tugas sepele. Jangan ubah hipotesis jadi fakta. Jangan anggap output tool otomatis benar — validasi dulu.
Toolkit / Files
scripts/reasoning_log.py— high-level reasoning scaffold (decompose / evidence-rank / self-critic). Example:python3 scripts/reasoning_log.py critique --items "simpler solution?; no invented data?"
Common Mistakes
| Mistake | Fix |
|---|---|
| Single-path reasoning | Explore multiple paths before concluding |
| Accepting claims at face value | First principles + evidence ranking |
| Ignoring contradictions | Contradiction checking before deciding |
| Hallucinating data | Anti-hallucination — admit gaps |
Red Flags
- Concluding without decomposition
- Accepting a claim without evidence
- Ignoring contradicting data
- Presenting guesses as facts
Rationalization Prevention
| Excuse | Reality |
|---|---|
| "This is obvious" | Deep reasoning still required. |
| "The evidence is clear" | Rank and verify evidence. |
| "No one will check" | Self-critique before output. |
How to Use
- Activate: Invoke for any task requiring high-level reasoning.
- Understand deeply: Decompose the problem first.
- Explore multiple paths: Reason across alternatives, not one.
- Verify: Check evidence, contradictions, and assumptions before answering.
Quick Reference
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Masalah kompleks | Decomposition → multi-path reasoning |
| Klaim meragukan | First principles, evidence ranking |
| Keputusan penting | Adversarial thinking + self-critique |
| Data tidak lengkap | Anti-hallucination, akui batasan |
| Hasil kontradiktif | Contradiction checking, resolusi |
相关技能
Gunakan saat user menghadapi task yang butuh reasoning dalam, analisis kompleks, problem-solving kreatif, sintesis long-context, atau planning multi-step. Menyediakan framework kognitif + self-correction loop untuk meningkatkan kualitas output pada task tersebut. Aktif saat user minta 'pikir lebih dalam', 'analisis mendalam', atau 'rencana multi-langkah'.
Gunakan saat user minta reasoning mendalam sebelum bertindak pada task kompleks berdependensi banyak.
Gunakan saat user minta reasoning/analisis mendalam atau ide kreatif lewat framework kognitif. Bukan mengganti identitas agent.
Alibaba's flagship Qwen reasoning model (2.4T-parameter MoE), strong at complex reasoning, code engineering and long-context analysis. Accepts text and image input.
Adapt explanations to a first-principles learner: start from step zero, use analogies, validate their guesses, and apply their preferred language defaults.